Referensi

Golongan Tol, Golongan Penyeberangan, Kelas Jalan, dan Batas Dimensi

Empat aturan yang menentukan boleh atau tidaknya sebuah muatan berjalan, dan berapa biaya rutenya. Semuanya sering dicampuradukkan, padahal masing-masing memakai dasar penggolongan yang sama sekali berbeda.

Halaman ini menjawab

  • Truk saya masuk golongan tol berapa
  • Golongan penyeberangan untuk trailer 40 kaki
  • Batas lebar, panjang, dan tinggi truk yang diizinkan
  • Beda JBB dan JBI
  • Kelas jalan dan batas muatan sumbu terberat

Batas dimensi kendaraan

HalParameterKetentuanDasar
DimensiPanjang kendaraan tunggalMaksimum 12,0 meter.PP 55/2012 Pasal 54
DimensiPanjang rangkaianMaksimum 18,0 meter untuk kendaraan dengan kereta gandengan atau tempelan.PP 55/2012 Pasal 54
DimensiLebarMaksimum 2,5 meter.PP 55/2012 Pasal 54
DimensiTinggiMaksimum 4,2 meter dan tidak lebih dari 1,7 kali lebar kendaraan. Truk berbadan sempit karena itu punya batas tinggi lebih rendah daripada 4,2 meter.PP 55/2012 Pasal 54
JulurJulur belakangMaksimum 62,5% dari jarak sumbu.PP 55/2012 Pasal 55
JulurJulur depanMaksimum 47,5% dari jarak sumbu.PP 55/2012 Pasal 55
Dasar: PP 55/2012. Batas tinggi punya dua syarat sekaligus, dan yang berlaku adalah yang lebih rendah, truk berbadan sempit karena itu punya batas tinggi di bawah 4,2 meter.

Kelas jalan

KelasLebar maksPanjang maksTinggi maksMSTCatatan
Kelas I2,5 m18 m4,2 m10 tonJalan arteri dan kolektor tertentu. Satu-satunya kelas yang menampung rangkaian penuh 18 meter.
Kelas II2,5 m12 m4,2 m8 tonPanjang terbatas pada kendaraan tunggal. Rangkaian trailer tidak masuk kelas ini.
Kelas III2,1 m9 m3,5 m8 tonBatas lebar 2,1 meter menyingkirkan hampir semua bodi standar 2,4-2,5 meter. Periksa sebelum menjanjikan pengantaran ke lokasi yang dilayani jalan kelas ini.
Kelas khususPer izinPer izinPer izinPer izinUntuk kendaraan yang dimensi atau beban sumbunya melampaui kelas biasa, hanya pada ruas jalan yang ditetapkan dan dengan izin tersendiri. Batasnya ditetapkan per izin, bukan lewat satu angka umum.
Inilah sebabnya truk yang sama bisa sah di satu rute dan melanggar di rute lain: yang membatasi adalah jalannya, bukan truknya. MST adalah muatan sumbu terberat, dan ia membatasi berat per sumbu, bukan berat total.

Golongan tol

GolonganKendaraanDasar penggolonganCatatan
Golongan ISedan, jip, pickup, truk kecil, dan bus.Ditentukan jenis kendaraan. Pickup dan truk kecil tetap Golongan I.Untuk truk ringan yang berada di batas, periksa klasifikasi pada STNK dan penetapan operator.
Golongan IITruk dengan 2 gandar.Jumlah gandar total 2.Truk rigid medium dan berat berkonfigurasi 4x2 umumnya di sini. Perhatikan: jumlah roda bukan jumlah gandar, CDD berroda enam tetap bergandar dua.
Golongan IIITruk dengan 3 gandar.Jumlah gandar total 3.Truk rigid 6x2 dan 6x4 umumnya di sini.
Golongan IVTruk dengan 4 gandar.Jumlah gandar total 4.Rigid 8x2 dan 8x4, atau rangkaian bergandar empat.
Golongan VTruk dengan 5 gandar atau lebih.Jumlah gandar total 5 ke atas.Sebagian besar rangkaian tractor head dengan semi-trailer bergandar tiga.
Dasar: Kepmen PUPR 176/KPTS/M/2025. Golongan menentukan kelompok tarif, bukan besaran tarifnya, tarif berbeda per ruas jalan dan per tanggal berlaku.

Golongan penyeberangan

GolonganJenis kendaraanRentang panjangCatatan
Golongan ISepeda, Tidak bermotor.
Golongan IIGerobak dan sepeda motor di bawah 500 ccUmumnya di bawah 5 mKendaraan kecil.
Golongan IIIKendaraan roda tiga dan sepeda motor 500 cc ke atasUmumnya di bawah 5 mBermotor.
Golongan IV-AKendaraan penumpangSampai dengan 5 mFungsi penumpang.
Golongan IV-BKendaraan barangSampai dengan 5 mPickup dan blind van umumnya di sini.
Golongan V-AKendaraan penumpangDi atas 5 m sampai 7 mFungsi penumpang.
Golongan V-BKendaraan barangDi atas 5 m sampai 7 mTruk ringan seperti CDE dan CDD standar umumnya di sini.
Golongan VI-AKendaraan penumpangDi atas 7 m sampai 10 mBus.
Golongan VI-BKendaraan barangDi atas 7 m sampai 10 mTruk medium dan CDD long umumnya di sini.
Golongan VIIKendaraan barang termasuk rangkaianDi atas 10 m sampai 12 mTronton dan rigid panjang.
Golongan VIIIKendaraan barang termasuk rangkaian dan alat beratDi atas 12 m sampai 16 mRangkaian trailer pendek.
Golongan IXKendaraan barang termasuk rangkaian dan alat beratDi atas 16 mRangkaian tractor head dengan semi-trailer 40 kaki dan sejenisnya.
Logikanya berbeda dari golongan tol: penyeberangan menggolongkan berdasarkan panjang keseluruhan dan fungsi kendaraan, bukan jumlah gandar. Truk bergandar dua yang panjang bisa masuk golongan lebih tinggi daripada truk bergandar tiga yang pendek.

Kategori kendaraan dan konsep berat

Kendaraan barang

N1

Kendaraan barang dengan JBB sampai dengan 3.500 kg.

PP 55/2012

Kendaraan barang

N2

Kendaraan barang dengan JBB di atas 3.500 kg sampai dengan 12.000 kg.

PP 55/2012

Kendaraan barang

N3

Kendaraan barang dengan JBB di atas 12.000 kg.

PP 55/2012

Kereta gandengan/tempelan

O1

JBKB sampai dengan 750 kg.

PP 55/2012

Kereta gandengan/tempelan

O2

JBKB di atas 750 kg sampai dengan 3.500 kg.

PP 55/2012

Kereta gandengan/tempelan

O3

JBKB di atas 3.500 kg sampai dengan 10.000 kg.

PP 55/2012

Kereta gandengan/tempelan

O4

JBKB di atas 10.000 kg.

PP 55/2012

Konsep berat

JBB / JBKB

Batas berat menurut rancangan pabrikan. Ini rating teknis, dan tidak dengan sendirinya menjadi berat operasional yang sah di jalan.

PP 55/2012

Konsep berat

JBI / JBKI

Berat operasional yang diizinkan, dengan memperhitungkan berat kosong, rating rancangan, dimensi dan bodi, kelas jalan, serta beban sumbu. JBI selalu lebih kecil atau sama dengan JBB.

PP 55/2012

Payload legal

Cara menghitungnya

Payload legal adalah JBI atau JBKI yang berlaku dikurangi berat kosong kendaraan setelah karoseri terpasang, dikurangi awak, bahan bakar, dan perlengkapan. Bukan angka payload di brosur.

PP 55/2012

Satuan kapasitas yang benar per jenis bodi

Jenis bodiCara menghitungSatuanMuatan khasRelevansi volumeYang menentukan
Bak terbuka / pickupPanjang × lebar × tinggi papan sampingm³ selubung + kgBarang umum ringan bervolumeRendahPengikatan muatan, paparan cuaca, tinggi papan samping
Box / dry vanPanjang × lebar × tinggi bagian dalamm³ + payload tonKardus, FMCG, barang umumTinggiRumah roda, tebal dinding, bukaan pintu
WingboxDimensi dalam dikurangi ruang mekanisme sayapm³ + payload tonBarang berpalet, muat bongkar frekuensi tinggiTinggiMekanisme atap dan samping, berat kosong struktur
CurtainsiderPanjang × lebar × tinggi bagian dalamm³ + payload tonBarang berpaletTinggiKeamanan tirai dan penahan samping
ReeferDimensi dalam ruang berinsulasim³ + payload ton + suhuBarang segar dan farmasiTinggiInsulasi, evaporator, ruang sirkulasi udara
FlatbedPanjang × lebar dek; loading meterm² / loading meter + tonBaja, mesin, barang proyekTidak relevanBeban titik, lashing, julur muatan
Tangki cairanKapasitas nominal tangki bersertifikatliter atau m³ + tonCairanTidak relevanKerapatan cairan, kompartemen, ullage, barang berbahaya
Silo / dry bulkKapasitas nominal bejana bersertifikatm³ + tonSerbuk, semen, tepungTidak relevanKerapatan curah, berat perlengkapan pneumatik
Dump / tipperPanjang × lebar × tinggi sisi bagian dalamm³ + tonAgregat, tanah, batubaraSedangKerapatan material, stabilitas saat menumpah, pintu belakang
Car carrierGeometri dek dan jumlah unitunit kendaraanMobil dan kendaraan ringanTidak relevanDimensi kendaraan, sudut ramp, tinggi total
Angkutan ternakLuas dek dan jumlah tingkatekor / m² + tonHewan hidupTidak relevanKesejahteraan hewan, ventilasi, pergerakan muatan hidup
Skeletal kontainerSpesifikasi equipment kontainerTEU/FEU + berat kotor kontainerKontainer ISOTidak relevanPelat CSC, twist lock, JBI jalan
LowbedPanjang × lebar dek + tinggi dekm² + tonAlat beratTidak relevanJarak ke tanah, jumlah baris sumbu, selubung rute
Modular / SPMTGeometri modul + rating per baris sumbubaris sumbu + tonMuatan sangat beratTidak relevanDaya dukung tanah, ekualisasi hidrolik, kajian teknik
Tidak setiap kendaraan pantas dinyatakan dalam meter kubik. Tangki diukur dengan liter dan kerapatan cairan, flatbed dengan loading meter dan titik beban, car carrier dengan jumlah unit. Memberi angka m³ untuk bodi-bodi itu bukan sekadar tidak berguna; ia mengajarkan satuan yang salah.

Tiga penggolongan, tiga dasar yang berbeda

Sumber kekeliruan yang paling sering muncul dalam menghitung biaya rute adalah menyamakan ketiganya. Padahal masing-masing melihat kendaraan yang sama dari sudut yang berbeda.

PenggolonganDasarnyaYang menentukan
Golongan tolJenis kendaraan dan jumlah gandarBerapa gandar yang menyentuh jalan
Golongan penyeberanganFungsi kendaraan dan panjang keseluruhanBerapa meter dek kapal yang dipakai
Kelas jalanDimensi kendaraan dan muatan sumbu terberatRuas jalan mana yang boleh dilewati
Satu kendaraan, tiga cara menggolongkannya

Akibat praktisnya nyata. Truk bergandar dua yang berbadan panjang bisa masuk golongan penyeberangan lebih tinggi daripada truk bergandar tiga yang pendek, sekalipun golongan tolnya justru lebih rendah. Menghitung biaya kapal memakai golongan tol akan meleset, dan biasanya meleset ke arah yang merugikan.

Kenapa tarifnya tidak ada di halaman ini

Golongan adalah klasifikasi yang bertahan lama. Tarif tidak. Tarif tol berbeda per ruas jalan dan berubah menurut tanggal berlaku; tarif penyeberangan berbeda per lintasan dan disesuaikan berkala.

Menuliskan satu angka tarif nasional di sini berarti menerbitkan angka yang akan salah dalam hitungan bulan, dan tidak akan ada yang tahu kapan mulai salahnya. Yang kami sediakan adalah penggolongannya; tarif ambil dari ruas dan lintasan yang benar-benar dilewati, lalu masukkan sebagai isian pada kalkulator biaya operasional.

JBB dan JBI: dua angka yang sering dianggap sama

JBB adalah batas berat menurut rancangan pabrikan. Ini rating teknis, yaitu apa yang sanggup ditanggung kendaraan itu. JBI adalah berat operasional yang diizinkan, yang memperhitungkan berat kosong, dimensi dan bodi terpasang, kelas jalan, serta beban sumbu. JBI selalu lebih kecil atau sama dengan JBB.

Yang menentukan pelanggaran di jembatan timbang adalah JBI, bukan JBB, dan bukan pula angka payload di brosur. Payload legal sesungguhnya adalah JBI dikurangi berat kosong kendaraan setelah karoseri terpasang, dikurangi awak, bahan bakar, dan perlengkapan.

MST membatasi per sumbu, bukan berat total

Muatan sumbu terberat menetapkan berapa ton yang boleh ditanggung satu sumbu, dan inilah yang paling sering luput. Sebuah truk bisa lolos batas berat total tetapi tetap melanggar karena muatannya menumpuk di bagian belakang, sehingga satu sumbu memikul lebih dari jatahnya.

Artinya penataan muatan di atas bak bukan sekadar urusan kerapian. Distribusi berat sepanjang bak menentukan sah atau tidaknya kendaraan yang sama dengan tonase yang sama persis.

Kendaraan yang dimodifikasi berlebih bukan kategori armada

Ada perbedaan penting yang layak dinyatakan terang-terangan. Kendaraan yang dimodifikasi melampaui ketentuan atau dimuati melebihi batas adalah persoalan ketidakpatuhan, bukan pilihan kelas armada. Ia tidak pantas diperlakukan sebagai opsi yang lebih murah dalam perencanaan.

Berbeda halnya dengan muatan yang memang berdimensi atau berbobot melebihi standar seperti alat berat, transformator, dan mesin produksi. Muatan seperti itu bisa diangkut secara sah dengan peralatan yang sesuai, kajian rute, izin, dan pengawalan bila disyaratkan. Yang pertama adalah pelanggaran; yang kedua adalah pekerjaan proyek dengan biaya dan persiapannya sendiri.

Pertanyaan yang sering muncul

Truk CDD masuk golongan tol berapa?
Umumnya Golongan II, karena bergandar dua. Roda belakangnya ganda pada satu sumbu, sehingga berroda enam tetapi tetap dua gandar. Golongan tol menghitung gandar, bukan roda.
Rangkaian tractor head dengan trailer 40 kaki masuk golongan apa?
Golongan tol V karena bergandar lima atau lebih, dan golongan penyeberangan IX karena panjang keseluruhannya di atas 16 meter. Dua penggolongan yang berbeda dasarnya, dan keduanya perlu masuk perhitungan biaya rute.
Apa beda JBB dan JBI?
JBB adalah batas berat menurut rancangan pabrikan. JBI adalah berat operasional yang diizinkan dengan memperhitungkan berat kosong, bodi terpasang, kelas jalan, dan beban sumbu. JBI selalu lebih kecil atau sama dengan JBB, dan JBI yang menentukan pelanggaran.
Berapa batas lebar dan tinggi kendaraan barang?
Lebar maksimum 2,5 meter dan tinggi maksimum 4,2 meter, dengan syarat tambahan bahwa tinggi tidak lebih dari 1,7 kali lebar kendaraan. Yang berlaku adalah yang lebih rendah di antara keduanya, sehingga kendaraan berbadan sempit punya batas tinggi di bawah 4,2 meter.
Kenapa truk yang sama bisa melanggar di satu rute dan tidak di rute lain?
Karena yang membatasi adalah kelas jalannya. Jalan kelas I mengizinkan muatan sumbu terberat 10 ton dan panjang sampai 18 meter, sementara kelas III membatasi lebar 2,1 meter, panjang 9 meter, dan tinggi 3,5 meter. Kendaraannya tidak berubah; ruas jalan yang dilewatinya yang berbeda.

Dasar rujukan

PP 55/2012
Batas panjang, lebar, tinggi, dan julur kendaraan, kategori kendaraan, serta konsep JBB dan JBI.
UU 22/2009
Kerangka kelas jalan dan angkutan barang khusus.
PP 79/2013 dan Permen PUPR 13/2024
Parameter kelas jalan dan muatan sumbu terberat, berikut mekanisme penetapannya.
Kepmen PUPR 176/KPTS/M/2025
Penggolongan kendaraan di jalan tol.
Permenhub 60/2019
Kerangka pengangkutan barang berdimensi atau berbobot khusus.

Lanjut ke